Suka dan Duka Memainkan Genshin Impact, Awas Baper!

Ketenaran dari Genshin Impact rasanya masih cukup membahana, bahkan sampai detik ini. Permainan yang dimainkan oleh bahkan non-wibu ini tentunya akan menarik untuk diulik, terlebih bila dalam sudut yang berbeda.

Bukan hanya masalah karakter dan weapon semata, namun ada beberapa hal yang sekiranya menarik untuk dibahas bersama.

Yap, pada kesempatan ini, author akan ajakmu bahas suka dan duka memainkan Genshin Impact.

Sudah mulai penasaran? Yuk, mari kita ulik suka dan duka memainkan Genshin Impact bersama.

Suka Memainkan Genshin Impact

Suka Memainkan Genshin Impact

‘Suka’ bukan berarti benar-benar suka, secara harfiah. Bila melihat tesaurus Bahasa Indonesia, kata tersebut tentu dapat diartikan ke banyak sekali kosakata. Namun, kali ini kita akan membahas alasan di balik keseruan author memainkan Genshin Impact.

1. Dunia Penuh Warna, Dibumbui Elemen Open-World

Menariknya, suka dan duka memainkan Genshin Impact ini kami awali dengan dunia Teyvat yang penuh warna. Genshin Impact bolehkan kita untuk eksplor dunia ini secara leluasa berkat bumbu elemen open-world.

Kami merasa bahwa dunia di game ini benar-benar penuh warna, namun bukan warna yang norak atau oversaturated. Paduan warna di game wibu ini sama sekali tidak buat sakit mata, dan benar-benar nyaman dinikmati.

2. Memainkan Empat Karakter Sekaligus

Rasanya, poin tambahan untuk Genshin Impact karena game ini bolehkan pemain memainkan empat karakter sekaligus (tidak hitung abyss). Tidak hanya itu, game ini bahkan berikan para pemain kebebasan untuk mix-and-match karakter favorit, sesuai dengan gameplay pemainnya.

Meski demikian, memainkan beberapa karakter sekaligus tentu akan berikan tingkat kesulitannya sendiri.

3. Grafis Anime yang Gak Kaleng-Kaleng

Paduan warna yang tidaklah norak dan oversaturated rasanya takkan sempurna bila tidak dalam grafis khas anime. Suka dan duka memainkan Genshin Impact rasanya bisa ‘diatasi’ dengan grafis yang menurut kami tidaklah kaleng-kaleng.

Grafis anime yang diterapkan game ini bisa dikatakan beberapa generasi di depan game sekelasnya. Mulai dari model sampai gerakan karakter, dibuat semulus-mulusnya.

4. Gratis

Suka dan duka memainkan Genshin Impact berikutnya adalah game ini benar-benar gratis dan bisa dimainkan oleh siapapun. Meski bukanlah poin yang benar-benar ‘plus’ namun bila lihat kualitas yang disuguhkan Genshin Impact, kami merasa bahwa poin ini layak untuk dievaluasi.

Nah, itulah bahasan pertama dari suka dan duka memainkan Genshin Impact. Berikutnya, kami akan membahas duka memainkan game ini.

Duka Memainkan Genshin Impact

Sama halnya dengan ‘duka’, yang kembali dikaitkan dengan tesaurus Bahasa Indonesia, tidak melulu sebuah kejadian pilu. Sudah barang tentu sebuah game juga dapat berikanmu efek samping yang akan kita kupas bersama di bawah ini.

1. Masalah Koneksi

Menurut kami, masalah koneksi atau lebih spesifiknya latency, merupakan hal yang fatal pada game yang tekankan unsur single-player. Kami merasa bahwasanya tidaklah masuk akal sematkan latency pada game yang benar-benar kita mainkan secara sendiri ketika menikmati alur cerita.

Parahnya, hanya sedikit pemain yang benar-benar peduli akan hal ini, entah dibutakan oleh hal ‘positif’ lain, namun masalah latency haruslah jadi evaluasi kemudian hari.

2. Constellation yang Kesannya Membatasi

Suka dan duka memainkan Genshin Impact berikutnya adalah constellation yang kesannya benar-benar membatasi potensi suatu karakter. Kami paham bahwasanya Genshin Impact adalah game gacha, namun salah rasanya bila membatasi potensi suatu karakter secara paksa.

Untuk mereka-mereka yang ‘terbiasa’ nge-gacha tentu bukanlah masalah, namun cobalah gunakan nalar. Susah payah kumpulkan materials untuk lakukan ascend, namun potensi suatu karakter tetap tidak bisa keluar maksimal berkat sistem constellation ini.

Padahal kami cukup yakin bahwa tim Hoyoverse masih bisa mencari cuan dengan cara lain.

3. Komunitas yang Lumayan Toxic

Komunitas yang lumayan toxic bisa dikatakan jadi bahan bakar untuk lahirkan banyak sekali masalah yang tidaklah dibutuhkan. Mulai dari mempermasalahkan build, artifact, gacha, weapon, sampai dengan komposisi tim, rasa-rasanya adalah hal yang tidak masuk akal sama sekali.

Padahal game ini tekankan unsur single-player, yang tentunya membuat kami ‘terpaksa’ tambahkan komunitas toxic ke dalam suka dan duka memainkan Genshin Impact. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa ini karena Genshin Impact, berunsur gacha.

4. Gacha di Dalam Gacha

Melanjutkan yang berikutnya, duka ketika memainkan Genshin Impact adalah adanya gacha di dalam gacha. Mudahnya, game wibu dengan unsur gacha ini tidak hanya tekankan harus miliki karakter dan weapon mumpuni, namun artifact yang terbaik.

Sebenarnya, hal ini bukanlah masalah berarti, karena bila lihat dari sisi positifnya, game wibu ini tekankan ke single-player yang bisa dikatakan non-kompetitif. Namun, hal tersebut ‘dirusak’ oleh komunitas yang toxic, jadikan mayoritas pemain akan merasa ‘tergarami’ hanya karena hal tersebut. Tidaklah masuk akal bila asal bicara, karena untuk benar-benar dapatkan satu artifact yang benar-benar memadai, dibutuhkan waktu yang tidaklah sebentar.

Akhir Kata

Selama memainkan game tersebut, kami rasa itulah suka dan duka memainkan Genshin Impact yang bisa kami rangkum. Kami merasa mungkin sekali ada ‘suka’ maupun ‘duka’ yang terlewat, karena bila kita hanya memainkan game tanpa menikmatinya, tentu takkan nikmat, bukan?

Gimana menurut para umat sekalian? Apakah umat pernah merasakan hal yang sama atau bahkan kebalikannya?


Buat kalian yang tertarik untuk membaca berita menarik lainnya seputar Game, bisa langsung kunjungi laman Bima. Untuk informasi lebih lanjut dan tawaran kerja sama, kalian bisa hubungi kami melalui redaksi@umatgame.com.

Bima

Mostly cover about technology, especially computers. Invest a lot of time on local e-commerce (and sometimes globally), to make sure that my posts is relevant.

Leave a Reply

Your email address will not be published.